Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier menyampaikan komentar keras soal perang Amerika Serikat-Israel di Iran saat hubungan kedua negara itu retak.
Steinmeier menyebut perang Amerika Serikat dan Israel di Iran melanggar hukum internasional.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"[Perang AS-Israel di Iran] menurut pandangan saya, melanggar hukum internasional," kata Steinmeier, dikutip AFP, Rabu (25/3).
"Tidak diragukan lagi bahwa, dalam hal apa pun, pembenaran atas serangan yang akan segera terjadi oleh AS tidaklah masuk akal," imbuh dia.
Steinmeier menyebut kampanye militer AS-Israel adalah kesalahan politik yang sangat merugikan. Ia juga menilai perang sebetulnya bisa dihindari dan tak perlu dilakukan.
Steinmeir lalu menyoroti relasi yang retak antara Jerman dan sekutu dekatnya, Amerika Serikat.
Lebih lanjut, dia menyinggung soal realisme dalam hubungan kedua negara yang berarti Jerman harus pragmatis dalam berurusan dengan pemerintahan AS dan fokus ke kepentingan nasionalnya.
"Namun realisme juga berarti kita tidak boleh mengkompromikan prinsip-prinsip kita sendiri," imbuh Steinmeier.
Pemerintah AS, lanjut dia, punya pandangan dunia yang berbeda dari Jerman. Negeri Paman Sam dianggap tak menghargai aturan yang sudah mapan, kemitraan, atau kepercayaan yang sudah susah payah dibangun.
"Kita tidak bisa mengubah itu. Kita harus menghadapinya. Tapi inilah keyakinan saya: kita tidak punya alasan untuk menyelaraskan diri dengan pandangan dunia ini."
Dia bahkan membandingkan situasi saat ini tak lagi sama dengan sebelum 20 Januari 2025.
"Sama seperti tidak ada jalan kembali dari invasi skala penuh Rusia ke Ukraina pada tahun 2022, tidak akan ada jalan kembali ke sebelum 20 Januari 2025," kata Presiden Jerman.
""Keretakan ini terlalu dalam dan kepercayaan terhadap politik kekuatan Amerika telah hilang, tidak hanya di antara sekutu kami, tetapi juga di seluruh dunia," ujarnya menambahkan.
Meski komentar Presiden Jerman kali ini keras, tetapi dia tak mengecam atau mengutuk operasi AS-Israel di Iran.
Peran presiden Jerman sebagian besar hanya seremonial. Namun, pernyataan dia berbobot bagi warga di negara Eropa ini.
Pernyataan itu muncul saat AS-Israel menggempur habis-habissn Iran sejak 28 Februari. Imbasnya pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei dan ribuan warga Iran lain tewas.
Iran membalas dengan menyerang Israel dan aset AS di negara-negara Teluk. Hingga kini, perang di Timur Tengah masih berkobar.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google

3 hours ago
1












































