Iran Luncurkan Rudal Ganas ke Israel usai Trump Klaim Setop Perang

7 hours ago 2

Jakarta, CNN Indonesia --

Iran menghujani Israel dengan gelombang rudal usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bakal menghentikan sementara serangan ke infrastruktur energi Teheran selama lima hari.

Reuters melaporkan rudal-rudal Iran tersebut meluncur ganas di langit Israel hingga memicu sirene di berbagai wilayah, termasuk ibu kota Tel Aviv.

Sejumlah rumah di Israel utara dikabarkan rusak akibat terkena puing rudal yang berjatuhan karena diintersepsi. Sejauh ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Senin (23/3), Trump mengumumkan di Truth Social bahwa AS dan Iran telah melakukan pembicaraan yang "sangat baik dan produktif" mengenai penyelesaian masalah di Timur Tengah.

Berdasarkan hasil pembicaraan tersebut, ia memutuskan menghentikan sementara semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari.

"Dengan senang hati saya melaporkan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah melakukan pembicaraan yang sangat baik dan produktif selama dua hari terakhir mengenai penyelesaian lengkap dan total permusuhan kami di Timur Tengah," kata Trump di media sosialnya.

"Berdasarkan isi dan nada pembicaraan yang mendalam, rinci, dan konstruktif ini, yang akan berlanjut sepanjang pekan, saya telah menginstruksikan Departemen Perang untuk menunda semua serangan militer terhadap pembangkit listrik dan infrastruktur energi Iran selama lima hari, dengan syarat keberhasilan pertemuan dan diskusi yang sedang berlangsung," lanjutnya.

Pengumuman Trump ini sontak mengendurkan ketegangan pasar saham dan minyak. Harga saham naik dan harga minyak dunia turun di bawah US$100 per barel.

Namun demikian, pada Selasa (24/3), Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Iran Mohammad Baqer Qalibaf membantah ada komunikasi antara AS dan Iran seperti yang diklaim Trump. Qalibaf merupakan penengah di pihak Iran dalam negosiasi AS-Iran, menurut pejabat Israel.

"Tidak ada negosiasi yang dilakukan dengan AS. AS sedang menggunakan berita palsu untuk memanipulasi pasar keuangan dan minyak serta menghindari jebakan yang menjerat AS-Israel," tulis Qalibaf di X.

Iran menuding Trump berupaya mengulur waktu untuk menyusun kembali kekuatan militer. Seiring dengan itu, Teheran menegaskan akan terus melancarkan serangan terhadap AS-Israel.

Dalam pernyataan kepada wartawan pada Senin, Trump mengeklaim utusan khususnya, Steve Witkoff, dan menantunya, Jared Kushner, telah mengadakan diskusi dengan seorang pejabat tinggi Iran yang akan berlanjut pada Senin.

"Kami telah melakukan pembicaraan yang sangat-sangat intens. Kita akan lihat ke mana arahnya. Kami memiliki poin-poin kesepakatan utama," ucapnya.

Meski belum ada pernyataan eksplisit dari Iran, seorang pejabat Pakistan mengatakan kepada Reuters bahwa akan ada pembicaraan langsung antara Iran dan AS di Islamabad paling cepat pekan ini.

Wakil Presiden AS JD Vance serta Witkoff dan Kushner diperkirakan hadir dan bertemu dengan para pejabat Iran.

Pembicaraan ini dijadwalkan setelah Trump bicara dengan panglima militer Pakistan Asim Munir. Gedung Putih mengonfirmasi bahwa ada pembicaraan antara Trump dengan Munir.

Meski begitu, belum ada konfirmasi dari pemerintah Pakistan tentang rencana pertemuan ini. Kantor perdana menteri Pakistan dan kementerian luar negeri Pakistan belum memberikan komentar.

(blq/dna)

Add as a preferred
source on Google
Read Entire Article
Rapat | | | |