Jakarta, CNN Indonesia --
Iran mengancam akan menutup total Selat Hormuz dan melancarkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan air di kawasan, jika Amerika Serikat menyerang fasilitas pembangkit listrik Iran.
Ancaman tersebut muncul di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang kini meluas ke berbagai titik di Timur Tengah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Iran akan sepenuhnya menutup Selat Hormuz dan meluncurkan serangan balasan terhadap infrastruktur energi dan air di kawasan jika pembangkit listrik kami diserang," demikian pernyataan otoritas Iran, seperti dilaporkan Al Jazeera.
Selat Hormuz merupakan jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia, sehingga ancaman penutupan berpotensi mengguncang pasar energi global.
Di saat yang sama, serangan militer terus berlanjut di berbagai wilayah. Pasukan Israel dilaporkan menghancurkan Jembatan Qasimiyah di Lebanon selatan. Presiden Lebanon Joseph Aoun menyebut serangan itu sebagai 'awal dari invasi darat'.
Sementara itu, Amerika Serikat dan Israel terus menggempur wilayah Iran. Militer Israel juga mengklaim berhasil mencegat sejumlah rudal yang diluncurkan Iran.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahkan menyatakan komitmennya untuk menghancurkan Iran setelah serangan yang melukai lebih dari 180 orang di kota Arad dan Dimona.
Serangan udara juga dilaporkan menargetkan markas kelompok Popular Mobilisation Forces (PMF) yang berafiliasi dengan Iran di Baghdad, Irak. Serangan ini terjadi setelah adanya serangan terhadap diplomat AS dan pusat logistik di bandara utama kota tersebut.
Di tengah meningkatnya ketegangan, dampak konflik mulai terasa di pasar global. Sejumlah bursa saham Asia mengalami penurunan tajam seiring meningkatnya risiko perang berkepanjangan.
Indeks Hang Seng di Hong Kong turun 3,3 persen ke level, Indeks Shanghai Composite melemah 2,3. Indeks Straits Times Singapura juga turun 2,1 persen menjadi, sementara itu, bursa saham Filipina anjlok 3,17 persen dan Thailand melemah 2,15 persen.
Penurunan ini dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran investor terhadap kemungkinan perang yang lebih luas serta ancaman penutupan Selat Hormuz yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia.
(anm/dna)
Add
as a preferred source on Google

4 hours ago
7














































