Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah Sri Lanka resmi menerapkan kebijakan empat hari kerja dalam sepekan. Keputusan itu menjadi langkah penghematan bahan bakar di tengah kekhawatiran perang di Timur Tengah akan berlangsung lama.
Channel News Asia pada Selasa (17/3) memberitakan kebijakan itu diumumkan pada Senin (16/3), menyusul terganggunya jalur distribusi energi global akibat konflik yang memasuki pekan ketiga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penutupan Selat Hormuz oleh Iran turut memperparah situasi, mengingat jalur tersebut menjadi lintasan sekitar 20 persen perdagangan global.
Komisioner Jenderal Layanan Esensial, Prabath Chandrakeerthi, menyatakan seluruh institusi pemerintah hanya akan beroperasi empat hari dalam sepekan mulai Rabu (18/3).
Mereka menetapkan Rabu atau tengah pekan sebagai hari libur. Kebijakan tersebut juga berlaku untuk sekolah dan universitas serta diberlakukan tanpa batas waktu.
"Kami juga meminta sektor swasta untuk mengikuti dan menetapkan hari Rabu sebagai hari libur mulai sekarang," ujar Chandrakeerthi usai rapat darurat yang dipimpin Presiden Anura Kumara Dissanayake.
Dalam rapat tersebut, Dissanayake menegaskan pemerintah harus bersiap menghadapi skenario terburuk di tengah ketidakpastian global.
"Kami harus bersiap untuk yang terburuk, tetapi berharap yang terbaik," jelasnya.
Sedangkan layanan penting, seperti rumah sakit, pelabuhan, dan layanan darurat tetap beroperasi normal.
Demi menghemat bahan bakar, pemerintah juga menangguhkan seluruh kegiatan seremonial serta mendorong aparatur sipil negara bekerja dari rumah guna menekan konsumsi bahan bakar.
Sri Lanka yang sepenuhnya bergantung pada impor minyak juga mulai menerapkan pembatasan distribusi BBM sejak pekan lalu. Setiap kendaraan dibatasi hanya mendapat 15 liter per pekan, sementara transportasi umum dialokasikan hingga 200 liter.
Pemerintah memperkirakan cadangan BBM saat ini hanya cukup untuk hampir enam minggu ke depan. Namun, gangguan pasokan baru berpotensi memperburuk kondisi energi nasional.
Negara tersebut selama ini mengimpor produk minyak olahan dari Singapura, Malaysia, dan Korea Selatan, sementara minyak mentah dipasok dari kawasan Timur Tengah.
(ldy/chri)
Add
as a preferred source on Google

16 hours ago
3













































