Jakarta, CNN Indonesia --
Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut berencana mengerahkan 10.000 personel Angkatan Darat tambahan ke Timur Tengah saat gencar sesumbar negosiasi dengan Iran.
Media AS Wall Street Journal, mengutip pejabat Kementerian Pertahanan, melaporkan pengerahan ini mencakup 5.000 marinir dan sekitar 2.000 pasukan terjun payung dari Divisi Airborne ke-82.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, pemerintahan Trump juga bakal mengirimkan kendaraan lapis baja dan infanteri ke Timur Tengah, demikian dikutip Al Jazeera, Kamis (26/3).
Sementara itu, menurut laporan Axios, beberapa skuadron jet tempur dan ribuan pasukan, diperkirakan akan tiba di Timur Tengah dalam beberapa hari atau pekan mendatang.
Sementara itu, unit ekspedisi Marinir akan tiba pekan ini dan unit lain sedang dalam proses keberangkatan.
Namun, hingga kini belum ada hitam di atas putih atau keputusan resmi AS. Pejabat Pentagon menduga keputusan pengerahan pasukan dan alutsita tambahan akan digelar pekan depan.
Pentagon saat ini juga disebut-sebut sedang mengembangkan opsi militer sebagai "pukulan terakhir" di Iran.
Rencana pengerahan itu muncul usai Trump berulang kali sesumbar Iran menginginkan kesepakatan dan negosiasi damai.
Iran membantah klaim itu. Mereka juga enggan bernegosiasi kecuali lima tuntutan mereka terpenuhi. Teheran takut AS menggunakan tipu daya lagi untuk mengelabui mereka.
Jika pengerahan itu betul-betul terjadi akan berpotensi menyebabkan eskalasi militer yang dramatis. Terutama jika tidak ada kemajuan dalam pembicaraan diplomatik dan, khususnya, jika Selat Hormuz tetap tertutup.
(isa/rds)
Add
as a preferred source on Google

8 hours ago
4














































