Jakarta, CNN Indonesia --
Konflik antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran yang memasuki hari ke-25 terus menunjukkan eskalasi sekaligus dinamika baru, mulai dari sinyal pelonggaran militer hingga tekanan ekonomi perang.
Berikut sejumlah fakta terbaru yang merangkum perkembangan situasi:
1. Trump tunda serangan, klaim ada kemajuan negosiasi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Presiden AS Donald Trump memutuskan menunda serangan terhadap fasilitas energi Iran selama lima hari.
Ia mengklaim keputusan itu diambil setelah adanya pembicaraan yang sangat baik dan produktif antara AS dan Iran dalam dua hari terakhir. Bahkan, Trump menyebut terdapat sekitar 15 poin kesepakatan yang telah dicapai.
Penundaan ini dilakukan setelah sebelumnya Trump mengancam akan menyerang Iran jika Selat Hormuz tidak dibuka. Pernyataan tersebut juga sempat memicu lonjakan harga minyak, yang kemudian turun setelah pengumuman penundaan serangan.
2. Iran bantah keras ada dialog dengan AS
Di sisi lain, Iran secara tegas membantah klaim Trump soal adanya komunikasi atau negosiasi.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan tidak ada dialog antara Teheran dan Washington. Media semi-resmi Iran bahkan menyebut pernyataan Trump sebagai upaya menurunkan harga energi sekaligus mengulur waktu bagi rencana militer AS.
Iran juga menyebut Teheran tengah menyiapkan rencana aksi lanjutan, termasuk potensi serangan yang menargetkan Tel Aviv dan sekutu AS di kawasan.
3. Ultimatum Hormuz picu gejolak energi global
Sebelum menunda serangan, Trump sempat mengultimatum Iran untuk membuka Selat Hormuz dalam waktu 48 jam. Jika tidak, AS mengancam akan menghancurkan pembangkit listrik Iran.
Penutupan jalur strategis tersebut yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak dunia menjadi pemicu utama lonjakan harga energi global dan gangguan distribusi BBM di berbagai negara.
4. Israel mulai gunakan amunisi lama
Di tengah konflik yang berlarut, militer Israel dilaporkan mulai menggunakan stok amunisi lama atau non-presisi yang telah disimpan selama puluhan tahun. Langkah ini disebut sebagai upaya menekan biaya perang yang membengkak sejak akhir Februari.
Dalam 20 hari pertama konflik saja, biaya perang Israel diperkirakan mencapai sekitar US$6,4 miliar dan terus meningkat hingga lebih dari US$12 miliar.
5. Serangan Iran ke Israel terus berlanjut
Di lapangan, Iran masih melanjutkan serangan rudal ke wilayah Israel, termasuk ke bagian utara. Ledakan dilaporkan terdengar di Yerusalem, sementara tim penyelamat dikerahkan ke sejumlah lokasi terdampak. Meski korban jiwa terbatas, serangan ini menunjukkan konflik masih terus berlangsung.
6. Korban jiwa terus bertambah
Seiring konflik yang berkepanjangan, jumlah korban jiwa dilaporkan telah mencapai ribuan orang, terutama di Iran dan Lebanon. Perang yang meluas ini juga menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur serta memicu krisis kemanusiaan di sejumlah wilayah.
7. Konflik meluas dan tekan ekonomi global
Perang yang telah berlangsung hampir sebulan ini tidak hanya melibatkan Iran, AS, dan Israel, tetapi juga merembet ke kawasan Timur Tengah lainnya. Serangan terhadap infrastruktur energi, termasuk di negara-negara Teluk, memperburuk krisis pasokan global.
Sejumlah analis menilai Iran menerapkan strategi perang atrisi, yakni menguras sumber daya ekonomi lawan melalui konflik berkepanjangan tanpa konfrontasi langsung skala penuh.
Rangkaian perkembangan ini menunjukkan konflik masih jauh dari mereda. Meski ada sinyal pelonggaran dari AS, perbedaan klaim antara Washington dan Teheran serta eskalasi di lapangan membuat situasi tetap tidak menentu.
(anm/ins)
Add
as a preferred source on Google

7 hours ago
2














































