Presiden Petro Jawab Ancaman hingga Undangan Trump

1 day ago 10

Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Kolombia Gustavo Petro buka suara usai diundang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ke Gedung Putih.

Petro berujar ia telah melakukan panggilan telepon dengan Trump pada Rabu (7/1) dan sepakat memperbaiki hubungan antarpemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya menjalin kembali komunikasi untuk pertama kalinya," kata Petro kepada pendukungnya di pertemuan, Rabu (7/1), seperti dikutip CNN.

Petro mengatakan ia dan Trump setuju untuk kembali menjalin hubungan langsung, baik di tingkat kementerian luar negeri maupun kantor kepresidenan.

Percakapan telepon Petro dan Trump itu sendiri berlangsung selama sekitar satu jam.

Pada Rabu, Trump mengatakan bahwa ia telah bertelepon dengan Petro usai insiden penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Petro merupakan sekutu dekat Maduro, yang diancam Trump bakal bernasib sama dengannya.

Dalam unggahan di Truth Social, Trump berujar percakapan telepon dengan Petro berjalan cukup "baik". Ia pun mengundang Petro untuk datang ke Gedung Putih.

"Merupakan sebuah kehormatan untuk bicara dengan Presiden Kolombia, Gustavo Petro, untuk menjelaskan situasi terkait narkotika dan perbedaan pendapat lain yang kami miliki. Saya mengapresiasi telepon dan nada bicaranya, dan berharap dapat bertemu dengannya dalam waktu dekat," kata Trump, seperti dikutip Reuters.

Trump baru-baru ini mengancam akan menyerang Kolombia seperti yang dilakukannya terhadap Venezuela pekan lalu. Ia berujar hal itu bisa terjadi apabila Petro tidak segera mengatasi masalah narkoba di Kolombia.

Hubungan Trump dan Petro memang tidak baik sejak Trump kembali jadi presiden AS.

Petro kerap mengkritik Trump yang dinilai terlibat dalam genosida Israel di Jalur Gaza, Palestina.

(bac)

[Gambas:Video CNN]

Read Entire Article
Rapat | | | |